Median-news.com , BANDUNG – Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bandung bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas 118 program PMI Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang pertama setelah sebelumnya melakukan Memorandum of Understanding (MuO) dengan BP2MI dan
luar biasa merespon cepat kerja sama dengan BP2MI. Hari ini acara pertandingan berlangsung di Gedung STT Bandung. Jumat (12/5/23).
DR. Muhammad Nasir selaku Ketua STT Bandung mengatakan
Buah dari kerja sama yang baik antara BP2MI tidak akan berhenti disini, Semoga para mahasiswa dan Alumni STT yang berangkat bekerja ke Luar Negeri mengharumkan nama Indonesia.
Penempatan PMI kali ini dilakukan di Jepang untuk program Specified Skilled Workers (SSW). Saya ingatkan, pentingnya kolaborasi dengan institusi pendidikan dioptimalkan. Ini momentum luar biasa, dan pertama dilakukan Perguruan Tinggi.
Penempatan kerja ke Luar Negeri sebagai solusi atas lahirnya ancaman pengangguran. Pemerintah juga mendorong agar ada perubahan mindset yang kerap kali menyudutkan PMI. Agar citra tersebut dirubah. PMI perlu diapresiasi.
Belum lagi, bekerja di Luar Negeri gajinya sangat fantastis. BP2MI tentu meminta semua pihak tidak memandang rendah PMI. Karena mereka PMI sebagai Pahlawan Devisa. Sebuah pekerjaan yang mulia. Kalian orang-orang baik.
Kegiatan yang dilaksanakan di kampus STT Bandung ini melibatkan ratusan mahasiswa. Saya titipkan pesan kepada PMI yang akan berangkat, kalian harus berbangga karena diberangkatkan negara secara resmi. Kalian bukan PMI yang diberangkatkan calo, sehingga prosesnya tidak prosedural. (Humas)
