Berteman dengan bising jalanan
Debu dan udara jadi sahabat di rongga hidung
Air hujan pun jadi pembasah gersangnya dahaga

Mimpi tak lagi lelap
Ngantuk pun enggan bertamu
Angan hanya sebatas kokohnya tembok pembatas

Bercanda tak lagi melepas tawa hanya jeda menanti gusuran
Bersua tuk melepas cerita benamkan galau yang membara

Rebahkan raga di usang kardus bekas luapkan lelah yang meraba

Sejenak lara terjeda
Ketika sobat telah bersua
Bungkam perihnya jalan cerita
Sungkeman hangat pemberi makna

Semoga kasihmu menjadi anugerah buat kami
Hangat hadirmu menjadi kisah abadi yang beri pelangi mewarnai hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *